eFootball PES 2020 Milik Konami Sudah Mendapatkan Kritikan Pemain Walaupun Baru Diluncurkan

eFootball PES 2020 Milik Konami Sudah Mendapatkan Kritikan Pemain Walaupun Baru Diluncurkan

Konami baru saja merilis game eFootball PES 2020 untuk PC melalui Steam dan perangkat konsol yaitu Playstation 4 dan Xbox One. Akan tetapi baru dirilis beberapa hari, game tersebut dikabarkan sudah mengalami masalah pada server. Para pengguna mengeluhkan server PES 2020 yang belum tersedia sehingga tidak daapt dimainkan secara online dengan pemain lain.

Tidak hanya itu, daftar susunan pemain yang ada dalam tim juga masih banyak yang belum diperbaharui. Salah satu contohnya adalah Aaron Ramsey yang masih berstatus sebagai pemain Arsenal walaupun saat ini telah berpindah klub ke Juventus.

Selain itu masih ada Eden Hazard dan Gonzalo Higuain yang masih berada di Chelsea padahal kedua pemain tersebut pada awal jendela transfer telah meninggalkan Stamford Bridge.

eFootball PES 2020 Milik Konami Sudah Mendapatkan Kritikan Pemain Walaupun Baru Diluncurkan
eFootball PES 2020 Milik Konami Sudah Mendapatkan Kritikan Pemain Walaupun Baru Diluncurkan

Atas masalah ini, Konami lantas meminta maaf dan sebagai ganti rugi, pengembang game asal Jepang tersebut telah menyampaikan bahwa mereka akan memberikan 500 poin myClub kepada para pemain.

Konami sendiri berencana untuk melakukan maintenance sistem pada minggu yang dimana bertujuan untuk memperbaiki sistem sekaligus memperbaharui susunan pemain sesuai dengan kondisi ril saat ini.

Keluhan lainnya yang disampaikan oleh para pemain eFootball PES 2020 adalah pada trailer. Umumnya trailer diluncurkan sebelum game resmi di luncurkan akan tetapi, Konami melakukan sebaliknya yaitu merilis game terlebih dahulu baru trailer. Hal ini menyebabkan banyak kritikan mengenai keseriusan Konami menggarap eFootball ini.

“Komani melakukan hal yang sangat aneh. Trailer diluncurkan setelah game dirilis. Pembaruan tranfer pemain juga belum disesuaikan dengan kondisi ril dan server juga belum tersedia. Keseriusan Konami harus dipertanyakan,” cuit akun bernama @jayjaffa di Twitter.