Prediksi Serie A Parma vs Juventus 24 Agustus 2019

Prediksi Serie A Parma vs Juventus 24 Agustus 2019

Serie A Italia akhirnya digulirkan dengan laga perdana akan dibuka oleh pertandingan antara Parma melawan Juventus di Ennio Tardini. Secara kualitas tim, kedua tim memiliki kualitas yang jauh dari kata seimbang. Juventus sebagai juara 8 musim berturut-turut di Serie A dengan total nilai skuad yang mencapai 900 juta euro berbanding dengan Parma yang berkutat di papan bawah dengan nilai skuad hanya 80 juta euro.

Walaupun memiliki perbedaan kualitas yang begitu besar, Parma sudah terbukti menjadi tim yang cukup dapat menyulitkan Juventus. Dari total 48 pertandingan di Serie A yang dimainkan, Juventus hanya dapat memenangkan 22 pertandingan walaupun Parma hanya memenangkan 10 pertandingan dan 16 laga seri. Statistik lebih baik ditunjukan ketika pertandingan dimainkan di Ennio Tardini, kandang dari Parma yaitu kedua tim sama-sama berbagi 7 kemenangan dan 10 seri. Bahkan total gol yang dicetak pun sama yaitu 25 gol. Statistik tersebut membuktikan bahwa pertandingan di Ennio Tardini tidak akan mudah bagi Juventus terutama ini adalah pertandingan pertama Serie A sekaligus perdana bagi Juventus dengan pelatih baru yaitu Maurizio Sarri.

Prediksi Serie A Parma vs Juventus 24 Agustus 2019
Prediksi Serie A Parma vs Juventus 24 Agustus 2019

Parma memiliki sejarah kompetisi yang panjang dengan Juventus terutama pada medio akhir 90-an. Mulai dari transfer pemain hingga persaingan sengit di Serie A. Bahkan kiper sekaligus salah satu legenda terbesar Juventus saat ini yaitu Gianluigi Buffon adalah asli produk binaan Parma sebelum bergabung dengan Juventus dengan memecahkan rekor transfer kiper termahal dunia.

Berstatus sebagai tim papan bawah dengan anggaran yang pas-pasan membuat pelatih Roberto D’Aversa harus benar-benar efektif dalam merekrut pemain. Kedatangan beberapa pemain baru seperti Mattia Sprocati dari Lazio dan Roberto Inglese dari Napoli diharapkan dapat meningkatkan kualitas tim yang dimiliki oleh Parma guna mendongkrak posisi mereka dari musim lalu. Pada pertandingan yang menghadapi Juventus, Parma dipastikan akan tampil dengan formasi bertahan dengan memperkuat sektor tengah.

Pelatih D’Aversa kemungkinan akan memasang format yang menyerupai formasi ketika mereka menahan imbang Juventus di Juventus Stadium musim lalu. Kombinasi Gervinho dengan Inglese akan menjadi andalan seperti musim lalu dan diharapkan dapat memberikan serangan cepat ke Juventus ketika mereka lengah. Kehadiran pemain muda Yann Karamoh diharapkan dapat memperkuat sektor sayap permainan tim. Sektor sayap kemungkinan akan menjadi sektor yang dicoba dieksploitasi oleh Parma mengingat tim yang dilatih Maurizio Sarri selalu memiliki titik lemah di kedua sayap. Inglese sendiri kemungkinan akan diberi tugas untuk merusak konsentrasi pertahanan Juventus guna memberikan ruang kepada Gervinho untuk mencetak gol seperti pada musim lalu.

Juventus pada musim ini disibukan dengan bursa transfer untuk memperkuat skuad yang mereka miliki guna dapat berprestasi di UEFA Champions League. Pemain seperti Aaron Ramsey, Adrien Rabiot dan Matthijs de Ligt didatangkan untuk memperkuat tim yang telah ada. Kiper legendaris Juventus yaitu Buffon juga kembali dikontrak. Pertukaran antara Joao Cancelo dengan Danilo juga memberikan keuntungan bagi Juventus karena mendapatkan bek kanan yang memiliki kualitas yang tidak jauh berbeda ditambah dengan uang tunai. Pertukaran antara Luca Pellegrini dengan Leonardo Spinazzola juga tergolong tidak merugikan karena Pellegrini pada musim lalu tampil cukup baik bersama Roma dan merupakan salah satu pemain muda berpotensi di Italia.

Kedatangan beberapa pemain beserta pelatih anyar membuat Juventus kemungkinan besar akan tampil sangat berbeda pada musim ini. Pergantian pelatih ke Sarri dipastikan akan membuat tim berjuluk Nyonya Tua ini akan tampil menyerang dengan konsep Sarriball dibandingkan pada musim lalu ketika ditangani oleh Allegri yang bermain lebih pragmatis. Lini tengah dan depan Juventus pada musim ini akan menjadi kekuatan utama mereka. Kedatangan Aaron Ramsey dan Adrien Rabiot membuat lini tengah yang mereka miliki menjadi lebih eksplosif ketimbang musim lalu. Kedua pemain tersebut kemungkinan akan mempermudah kerja dari Pjanic untuk mengatur tempo permainan sekaligus menyediakan umpan matang bagi lini depan Juventus. Pada lini depan, kembalinya Higuain dari masa pinjaman memang memberikan dampak pada gemuknya komposisi lini depan akan tetapi melihat performa pemain Argentina tersebut pada pra-musim membuat Juventus dan Sarri memiliki ekspektasi bahwa performa pemain tersebut dapat membaik terutama ketika mereka membutuhkan pemain penyerang bertipe nomor 9 maka opsi yang tersisa hanya Higuain karena Moise Kean telah pindah ke Everton. Selain Higuain juga ada Dybala yang juga diharapkan dapat mengembalikan performanya pada musim ini setelah tampil buruk pada musim lalu karena tidak bermain pada posisi favoritnya. Sarri sendiri telah menjanjikan akan memberikan peran yang lebih besar bagi Dybala pada musim ini.

Seperti pertandingan perdana lainnya, laga ini akan menjadi laga yang berat bagi kedua tim walaupun Juventus memiliki komposisi pemain yang lebih baik akan tetapi kehadiran pemain baru dan pelatih baru kemungkinan tidak akan mempermudah langkah Juventus terutama pada pra-musim mereka mendapatkan hasil yang tidak begitu baik. Parma sendiri kemungkinan dapat mempersulit Juventus terutama jika mereka dapat tampil tanpa beban dan bermain lepas.

Perkiraan Formasi

Parma (4-1-4-1) : Sepe (GK), Alves, Dermaku, Lacoponi, Gagliolo (DF), Hernani, Kucka, Barilla, Gervinho, Karamoh (MF), Inglese (FW)

Juventus (4-3-3) : Szczesny (GK), Bonucci, Chiellini, Alex Sandro, De Sciglio (DF), Pjanic, Ramsey, Rabiot (MF), Bernadeschi, Ronaldo, Higuain (FW)